MANFAAT
DARI JALAN KAKI
Jalan kaki adalah olah raga yang murah, aman dan sangat
menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan
jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang
bisa kita dapatkan dari "sekadar" berjalan-jalan.
Pada dasarnya, aktivitas fisik yang dilakukan secara kontinyu dan dalam
waktu yangg panjang dapat melatih kesegaran jasmani
seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan
melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat
lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi
stres atau depresi.
Daftar isi
- 1 Jalan Kaki dan Jantung
- 2 Jalan Kaki dan Nyeri Punggung
- 3 Jalan Kaki dan Diabetes
- 4 Tips jalan kaki
- 5 Pranala luar
Jalan Kaki dan Jantung
Jalan kaki diklaim dapat menyehatkan jantung, karena jalan kaki secara teratur
dapat menurunkan risiko hipertensi, yaitu
salah satu faktor pencetus penyakit jantung. Jalan kaki juga membantu menurunkan
mengurangi tekanan darah, jika dilakukan secara rutin.
Jalan Kaki dan Nyeri Punggung
Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa
penyembuhan akibat nyeri punggung, disarankan untuk melakukan olahraga ringan
seperti aerobik, namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang
olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti
berolahraga.
Sebagai alternatifnya, maka disarankan untuk mengganti olahraga ringan
dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan
seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk
melakukan aktivitas sehari-hari, sambil turut mengurangi kecenderungan
timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.
Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukan peregangan secara
perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan
gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda
terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.
Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, panggul dan torso,
maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga
kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga.
Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang, sehingga apabila
dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan bisa membantu
mengurangi nyeri osteoarthritis.
Jalan Kaki dan Diabetes
Diabetes Prevention Program pada tahun 2001
mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan kaki 30 menit,
lima kali seminggu, dibarengi dengan mengatur porsi makan, ternyata dapat
mengurangi risiko diabetes sampai 50%
pada partisipan yang kelebihan bobot badan disertai kadar gula darah tinggi.
Mereka juga mengalami penurunan bobot badan rata-rata 7,5 kg dalam setahun.
Rutin berjalan kaki memang sangat baik dilakukan bagi penderita diabetes
karena bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula
sehingga tidak menumpuk berlebihan di dalam darah. Hasilnya, kadar gula
dalam darah bisa turun, sehingga bisa mengurangi
risiko Anda menderita penyakit jantung dan ginjal.
Tips jalan kaki
- Aktivitas jalan kaki memang baru bisa disebut olahraga jika dilakukan secara kontinu, minimum 30 menit setiap harinya. Untuk latihan jantung, perhitungan zona latihannya adalah 60-80 % dari denyut nadi maksimum (DNM). Angka DNM diambil dari 220 – umur. Jadi, misalnya Anda berusia 40 tahun, DNM-nya adalah 220 – 40 = 180, maka denyut nadi latihan Anda antara 60% x 180 = 108 dpm (denyut per menit) sampai dengan 80% x 180 = 144 dpm.
- Agar latihan lebih efektif dan bisa masuk zona latihan, sebaiknya intensitasnya ditambah, baik itu kecepatannya, jarak tempuhnya, waktu dan juga medannya (misalnya jalan yang menanjak/menurun). Latihan pun bisa dimulai dari seminggu sekali, seminggu dua kali, seminggu tiga kali, sampai nantinya bisa dilakukan setiap hari.
- Sebelum dan sesudah berjalan kaki, cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting untuk para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.
- Waktu yang paling baik untuk penderita diabetes melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari, terutama untuk penderita diabetes tipe 1.
- Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini, Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala dan tanda-tanda yang mungkin terjadi, jangan memaksakan diri, dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_kaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar